Pada tanggal 17 September 2017, AGNEZ MO alias Agnes Monica merilis sebuah video monolog berdurasi 1 menit 32 detik di akun Youtubenya. Video berjudul “AGNEZ x MO intro : NOISES” ini langsung menghebohkan dan membuat penasaran netizen. Selama berhari-hari, videonya pun menjadi trending di Youtube.

Menariknya, video tersebut diunggah tepat di hari ulang tahun NEZindaCLUB (nama fans club AGNEZ MO) dan menjelang album terbaru penyanyi Indonesia yang go international ini. Selain itu, kata-kata puitis nan mendalam dalam video ditulis oleh AGNEZ sejak beberapa tahun yang lalu.

So Blessed to be able to share what i wrote a couple of years ago before i started this project…. Now… www.youtube.com/agnezmo. Screenshot your favorite scene and post it, tag me and use this hashtag #AGNEZxMO #AGNEZMO #X @monicarosestyle @mylahmorales @larryjarahsims "NOISES" by yours truly: How many people have found the love they want, How many people would die to laugh the way we do. The way we understand each other without words. The way we cry … cuz we care a little bit too much. But what if that much is what we need, and that much is who we are. Is it wrong to feel, or not feel at all. So fast Don't have time to process. I hear a lot of noises. "Who are you? which one are you? Who are you?" The world is steady judging, while we're trying to find our happy ending. But that's all i hear… NOISES. Until i choose me. Complicated happy me. And then I'm finally free…me. But how many people have found it the way we do? And how long does it take for you… to find you. -AGNEZ MO-

A post shared by AGNEZ MO (@agnezmo) on

Nah, bagi Anda yang kurang mengerti arti kalimat curahan hati AGNEZ MO dalam video Noises karena menggunakan bahasa inggris, berikut simak terjemahan bahasa Indonesia dari video tersebut.

Arti kalimat dalam video “AGNEZ x MO intro “NOISES”.

Berapa banyak orang yang telah menemukan cinta yang mereka inginkan? Berapa banyak orang yang rela mati demi bisa tertawa seperti kita? Cara kita saling memahami tanpa kata-kata. Cara kita menangis, karena kita sedikit terlalu peduli. Namun bagaimana bila itulah yang kita butuhkan, dan itulah sejatinya diri kita?

Apakah salah untuk merasakan, ataukah sama sekali tak merasakan?

Begitu cepat. Tak ada waktu untuk menelaah.

Aku mendengar banyak sekali suara gaduh. “Kau siapa? Kau yang mana? Kau siapa?” Dunia terus-menerus menghakimi, sementara kita berupaya menemukan akhir yang bahagia.

Akan tetapi, hanya itulah yang kudengar. Kegaduhan.

Sampai aku memilih diriku sendiri. Diriku yang bahagia dalam pelik. Dan akhirnya aku menjadi diriku yang bebas.

Namun berapa banyak orang yang telah menemukan itu selayaknya kita? Dan berapa lama yang dibutuhkan bagimu untuk menemukan dirimu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s