Berbicara mengenai kebhinnekaan, sudah bukan zamannya lagi untuk terpaku pada pembahasan tentang kondisi dan perilaku sosial di dunia nyata saja. Pada era digital sekarang ini, saya dan Anda juga perlu memperhatikan bagaimana aktivitas kita di dunia maya dalam rangka menjaga kebhinnekaan.

Seperti penggunaan media sosial, baik itu Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya. Pengguna internet yang biasa disebut netizen, dapat membagikan foto, video, dan tulisan di akun media sosialnya. Netizen dapat membagikan hal-hal seputar kehidupan pribadinya hingga opininya mengenai berbagai hal.

Media sosial tidak lagi hanya sebatas media untuk bersilaturahmi dan membuat orang yang jauh terasa dekat. Media sosial bukan sekadar untuk menjalin pertemanan online. Media sosial sudah menjadi wadah kebebasan berekspresi, berkarya, beropini, dan berinteraksi.

Berkat kemajuan infrastruktur internet dan semakin terjangkaunya harga gadget, semakin banyak orang yang bisa mengakses media sosial. Tidak terbatas hanya pada warga perkotaan, namun warga pedesaan pun ikut menggunakan media sosial. Akibatnya, proses komunikasi dan persebaran informasi kini semakin mudah, cepat, dan merata hingga ke seluruh dunia.

Berdasarkan laporan yang diumumkan oleh perusahaan riset We Are Social pada awal 2017, jumlah pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 132,7 juta pengguna. Ini berarti setengah populasi Indonesia (262 juta) telah terhubung dengan internet. Di mana mayoritas (69 persen) mengaksesnya melalui perangkat mobile dan sisanya melalui dekstop atau tablet.

We Are Social juga menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Pada 2016 jumlahnya hanya 88,1 juta pengguna, namun kini naik menjadi 132,7 juta pengguna. Kenaikan tersebut dipicu oleh banyaknya orang yang tertarik menggunakan media sosial. Di mana jumlah pengguna media sosial sudah mencapai 106 juta pengguna dan mayoritas (92 persen) mengaksesnya melalui perangkat mobile.

Masalah SARA di Media Sosial

Tidak semua orang memanfaatkan media sosial dengan baik. Ada saja netizen yang menyalahgunakannya untuk menyebarkan hal-hal buruk atau negatif. Saking gampangnya berbagi, kecepatan jempol pun melebihi kecepatan berpikir. Netizen jadi cenderung sesuka hati memposting apa saja.

Dalam hal beropini, netizen boleh saja menyampaikan pendapatnya di media sosial. Namun, etika sosial terkadang menjadi mudah dilanggar. Netizen jadi merasa lebih bebas memposting apa saja tanpa memperhatikan norma ketika berkomunikasi dan menyampaikan informasi.

Terutama dalam pembahasan isu SARA di media sosial yang akhir-akhir ini mengacaukan kerukunan di tengah masyarakat. Meski merasa berhak, tidak semua hal itu layak dikomentari. Memang siapa saja boleh membahasnya. Tapi ingatlah bahwa SARA merupakan topik yang sensitif. Perhatikanlah postingan Anda, jangan sampai menyakiti dan merugikan sesama.

Sadarilah bahwa aktivitas kita di dunia maya memiliki pengaruh yang besar dalam menjaga atau bahkan merusak kebhinnekaan. Jika Anda merasa ada hal yang perlu dikritisi tentang masalah SARA, kemukakan pendapat Anda tanpa menggunakan fitnah dan cacian. Sebab tidak ada masalah yang bisa diatasi dengan ujaran kebencian.

Sekalipun Anda merasa benar, jangan menulis kata-kata kasar. Di pihak mana pun Anda, jika Anda menulis kata-kata kasar, maka Anda tetap salah. Jika postingan Anda viral, maka masalah semakin besar. Anda akan menyakiti banyak orang yang tidak terima opini Anda terhadap suku atau agamanya. Anda pun bisa dijerat Undang-Undang Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hidup Anda jadi rumit. Negara jadi ribut.

Memaknai Kebhinnekaan di Media Sosial

Kita memang harus menentang perilaku rasisme, diskriminatif, dan intoleransi. Sangat naif jika mengabaikan fakta bahwa ada sejumlah oknum yang gemar memprovokasi dengan sentimen SARA. Namun, berhati-hatilah menyampaikan pendapat di media sosial. Jangan malah memperkeruh suasana karena terbawa emosi dan akhirnya menuliskan kata-kata yang tidak pantas.

Percuma jika kita mengkritisi pihak yang anti-kemajemukan dan anti-Pancasila dengan ujaran kebencian. Lebih baik kita melawannya dengan postingan kebhinnekaan. Jangan memberikan atensi yang lebih besar terhadap kebencian SARA, sehingga membuat kita kurang perhatian terhadap fakta kemajemukan yang meningkatkan persatuan.

Perhatikanlah, banyak sekali foto, video, dan tulisan di internet yang dapat menggugah rasa kebhinnekaan. Penuhi timeline media sosial kita dengan postingan yang penuh cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sangat disayangkan jika kita lebih sering berdebat kusir tentang persoalan SARA yang negatif.

Lebih baik kita bersama-sama memanfaatkan media sosial untuk membagikan postingan yang menggugah nasionalisme. Mari bantu pemerintah untuk membuat situasi menjadi lebih kondusif dengan berbagai postingan yang positif. Misalnya, membagikan foto dan video keindahan pariwisata di Indonesia, membagikan berita anak bangsa yang sukses di luar negeri, membagikan cerita inspiratif tentang toleransi, dan sebagainya.

Jangan biarkan berita hoax dan postingan SARA yang provokatif jadi topik paling utama di media sosial kita. Viralkan konten-konten inspiratif yang memotivasi bangsa dan mengingatkan kita akan pentingnya persatuan. Bayangkan, betapa dahsyatnya efek positif yang akan terjadi jika seratusan juta netizen Indonesia lebih suka menyebarkan hal-hal bermakna di media sosial. Tunjukkan pada dunia bahwa kita masih menjunjung pluralisme di tengah maraknya pemberitaan negatif di luar sana.

Oleh sebab itu, marilah bersama-sama kita fokus menyebarkan kebaikan. Keanekaragaman suku, agama, ras, agama, dan antar-golongan di Indonesia merupakan identitas dan realitas kebhinnekaan Nusantara yang patut kita syukuri dan jaga bersama. Ayo gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal baik mengenai kebhinnekaan, sehingga kita semua semakin memaknai indahnya perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Bhinneka Tunggal Ika itu kita. Berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia. Selamanya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s