Apa sih pengertian satire dan sarkasme? Keduanya sebenarnya punya arti yang beda, namun seringkali sulit dibedakan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), satire adalah gaya bahasa yang dipakai dalam kesusastraan untuk menyatakan sindiran atau ejekan terhadap suatu keadaan atau seseorang. Sedangkan sarkasme merupakan (penggunaan) kata-kata pedas untuk menyakiti hati orang lain; cemoohan atau ejekan kasar.

Nah, untuk mendalami perbedaan satir dan sarkasme, silakan simak tulisan menarik dari ABhumi di bawah ini.

Saat ini kalau nulis satire harus pakai tag #IniSatire. Kalau tidak, orang suka tidak bisa membedakan antara penghinaan dengan satire. Harus dipahami kalau penghinaan itu berbeda dengan satire. Penghinaan itu sarkasme, sedangkan satire itu kritik sosial.

Memang tidak mudah membedakannya, tapi kurang lebih sebagai berikut.

pengertian dan perbedaan satire vs sarkasme
via knowyourmeme.com

SARKASME itu:

1. Sarkasme adalah penghinaan, sedangkan satire adalah kritik

Satire dalam sebuah tulisan ataupun drama menyorot kekurangan. Satire adalah kritik constructive, dengan tujuan menyadarkan mereka yang peduli pada kekurangan tersebut. Di sisi lain, sarkasme adalah penghinaan diselimuti pujian yang jelas-jelas tidak bertujuan untuk memuji.

2. Sarkasme adalah celaan yang menyebalkan

Bila tujuanmu ingin menjadi orang yang menyenangkan, caranya bukan melalui sarkasme. Satire adalah humor yang cerdas, yang bertujuan menstimulasi intelektualitas pembaca untuk mengerti substansi yang ingin disampaikan. Sedangkan sarkasme lebih sering menyudutkan seseorang.

3. Sarkasme menjauhkan

Sarkasme biasanya kita temui pada anak kecil yang mengamuk atau antara dua orang yang saling tidak menyukai. Sarkasme biasanya digunakan oleh para pembully dan orang yang tidak dewasa. Sarkasme tidak membuatmu terlihat baik di mata orang lain. Justru yang sering terjadi adalah membuat target sarkasmemu semakin menjauh darimu. Bila kamu berpikir bahwa ini membuatmu terlihat seolah “pintar”, kamu salah. Sarkasme hanya membuatmu terlihat sebagai “asshole”.

4. Sarkasme melukai

Sarkasme itu menyakitkan. Bila mau jujur, apakah anda menggunakan sarkasme pada orang yang anda cintai? Biasanya tidak. Biasanya anda menggunakan sarkasme pada orang yg tidak anda sukai. Seringkali sarkasme itu muncul dalam sebuah argumen. Dan biasanya sarkasme yang anda kemukakan memang bermaksud untuk melukai dan menyakiti.

5. Sarkasme sebagai senjata dalam debat

Sarkasme biasanya digunakan dalam sebuah pembicaraan untuk memperlihatkan superioritas dalam debat, sekaligus melemahkan lawan bicara. Sedangkan satire biasanya digunakan untuk tujuan yang lebih baik daripada sekedar menang debat. Mungkin itu sebabnya satire lebih sering membawa hasil yang positif. Jadi, kecuali anda sedang berdebat dengan seseorang yang benar-benar tidak anda sukai, hindari sarkasme.

SATIR itu:

1. Satire memiliki dimensi moral

Satire memiliki tujuan. Karena satire memiliki tujuan, maka di dalam satire biasanya tersimpan pesan moral tersembunyi. Satire memaksa pembaca mengambil kesimpulan moral melalui tulisan satirenya sendiri. Karena satire bertujuan menyampaikan pesan, maka penting bagi satire untuk memiliki point yang berarti. Tidak demikian halnya dengan sarkasme.

2. Satire menargetkan masyarakat

Satire adalah karya literasi atau seni untuk menyorot kelemahan dalam pandangan masyarakat luas. Satire adalah kekurangan masyarakat yang dibalut humor dengan tujuan membawa hasil yang positif. Tujuannya adalah untuk menyadarkan masyarakat akan kekurangannya maupun mengingatkan masyarakat akan keadaan yang lebih baik. Di sisi lain, sarkasme lebih sering menyangkut individu, biasanya dengan tujuan menghina atau menyakiti.

3. Satire adalah genre dalam literatur

Satire adalah salah satu genre dalam literatur yang sering digunakan dalam karya seni, tidak demikian halnya dengan sarkasme. Mungkin inilah penyebab para satireist seperti Plato, Erasmus, Jane Austen, Jonathan Swift, Oscar Wilde, dan Voltaire masih di perbincangkan dengan hormat sampai saat ini. Sedangkan sarkasme tidak ada hubungannya dengan literatur. Hanya bentuk lain dari provokasi atau penghinaan biasa.

4. Humor dalam satire

Humor adalah bagian integral yang tidak terpisahkan dalam satire. Kemungkinan besar anda bisa menikmati sebagian besar tulisan satire dengan perasaan senang. Karena tujuan utama satire adalah membuat masyarakat menyadari kekurangan dan bisa memperbaiki diri, humor menjadi bagian penting dari satire. Sedangkan tujuan utama sarkasme adalah menunjukkan superioritas dalam argumen. Jadi humor tidak diharuskan dalam sarkasme.

5. Satire mengedukasi, sarkasme tidak

Sarkasme tajam dan pahit. Sarkasme lebih sering menyakiti atau menjerumuskan anda pada masalah. Satire menguntungkan dengan tujuannya yang mengarah ke perbaikan. Definisi satire dalam literatur adalah kritik sosial yang konstruktif. Perbedaan terbesar antara satire dan sarkasme adalah, satire memiliki kemungkinan memacu anda dan masyarakat secara umum untuk mengedukasi dan memperbaiki diri, sedangkan sarkasme (yang secara natural berbentuk penghinaan) tidak .

Setelah mengetahui poin-poin di atas, apakah anda pikir dapat dengan mudah mengenali perbedaan satir dengan sarkasme? Belum tentu. Karena terdapat overlap  (tumpang tindih) antara satire dan sarkasme. Di mana dalam menulis satire, bisa saja penulis menggunakan sarkasme, parodi, ataupun ironi. Jadi secara scope (cakupan), satire jauh lebih luas daripada sarkasme.

Yang bisa dijadikan patokan sebuah tulisan menjadi satire paling tidak ada 2 hal yang harus dipenuhi, yakni:

– Satire menertawakan perorangan, ide, atau institusi.
– Satire tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga memberi informasi atau membuat orang berpikir.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s