Dalam acara forum Konferensi Tingkat Tinggi Arab Islam Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh Arab Saudi, Minggu, 21 Mei 2017, sebanyak tujuh orang kepala negara (termasuk Presiden Joko Widodo/Jokowi) tampil sebagai pembicara di forum yang dihadiri oleh 55 pemimpin negara yang berpenduduk mayoritas muslim dan juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan pemikirannya mengenai konflik, radikalisme dan terorisme yang sedang menjadi ancaman di seluruh dunia. Di mana Indonesia adalah salah satu korban aksi terorisme. Contohnya, serangan bom di Bali tahun 2002 dan 2005, dan di Jakarta pada bulan Januari 2016.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), umat muslim adalah korban terbanyak dari konflik dan radikalisme terorisme di dunia. Jutaan saudara muslim harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Jutaan generasi muda kehilangan harapan akan masa depannya. Kondisi tersebut membuat anak-anak muda frustrasi dan marah. Perasaan yang bisa berakhir dengan munculnya bibit-bibit baru ektremisme dan radikalisme.

Dunia marah dan berduka melihat jatuhnya banyak korban serangan teroris di berbagai belahan dunia, seperti di Perancis, Belgia, Inggris, Australia dan lain-lain. Dunia seharusnya juga sangat prihatin terhadap jatuhnya lebih banyak korban jiwa akibat konflik dan aksi terorisme di beberapa negara seperti Irak, Yaman, Suriah, Libya.

Lantas, bagaimana cara mengatasi itu semua? Berikut ide Presiden Jokowi:

“Saya menyampaikan empat pemikiran kepada para pemimpin dunia. Pertama umat Islam se dunia harus bersatu bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah. Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan.

Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk: pertukaran informasi intelijen; pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas. Semua sumber pendanaan harus dihentikan. Kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal.

Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat.

Keempat, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s