Akun Facebook “Mak Lambe Turah” menulis surat terbuka untuk pemerintah yakni Presiden Jokowi dan kepolisian yakni Kapolri Tito Karnavian . Dalam suratnya, Mak Lambe Turah ingin menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus hukum Habib Rizieq Shihab.

Berikut isi surat terbuka Mak Lambe Turah:

Yang terhormat bapak-bapak petinggi penjaga NKRI.

Mak sangat bersedih melihat kenyataan Hukum Indonesia ada didalam kekuasaan Habib Rizieq Shihab. Ketika Seorang Habib Rizieq Shihab membenci Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) dan menginginkan Ahok segera dipenjara, secepatnya pihak kepolisian merespon dan akhirnya Ahok dipenjara.

Oke, katakanlah Ahok memang terbukti bersalah. Tidak masalah. Hukum harus sama untuk semua warga negara, bukan? Lalu, bagaimana dengan kasus Habib Rizieq Shihab yang hanya mengulur-ngulur waktu?

Terdengar kabar, Habib Rizieq Shihab baru akan kembali ke Indonesia setelah lebaran. Katanya begitu, nanti pun setelah lebaran, mungkin saja ada lagi alasannya. Jadi pemeriksaaannya menunggu setelah lebaran, atau setelah belio pulang. Sampai kapan? Jadi, hukum di Indonesia sudah tunduk pada Habib Rizieq Shihab?

Wah………..wah………wah…………luar biasa! bahkan saat Ahok dijerat kasus penistaan agama pun, Polisi bahkan menabrak aturan yang telah dibuat. TIDAK BOLEH MEMPROSES SEMUA CAGUB ATAU CAWAGUB SELAMA PROSES PILKADA. Nyatanya aturan itu ditabrak tanpa memperhatikan HAK ASASI yang dimiliki AHOK.

Lalu apakah sekarang Polisi harus memperhatikan HAK ASASI HABIB RIZIEQ TAPI PERNAH MELUPAKAN HAK ASASI BASUKI TJAHAJA PURNAMA? ADIL KAH? Dengar yah pak polisi. SEMUA WARGA NEGARA SAMA HAKNYA DIDEPAN HUKUM.

Kalau Ahok diproses untuk sebuah kebenaran. Semua pendukungnya pasti menerima. Tapi habib Rizieq juga harus segera dijemput untuk meperjelas sebuah kebenaran. KEBENARAN BUKAN MILIK FPI.

Mengutip tulisan kecil dek Afi Nihaya: Jalaluddin Rumi mengatakan,  “Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping._Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh.”

Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja “iman”. Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali coba menjadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.

Anti FPI Bukan Berari Anti Islam. Jangan samakan Islam dengan FPI. Anti Ulama FPI bukan berarti anti Semua Ulama Islam. Jangan samakan Ulama FPI dengan Ulama Muhammadiyah apalagi ulama NU.

Jemput Rizieq Segera diperiksa. Kalau tidak salah mengapa takut?

Piss lop en lobe lobe,

mak lambe turah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s