Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara atas masalah SARA dan politik yang akhir-akhir ini tidak kondusif. Masyarakat terpecah belah karena sentimen SARA dan isu-isu yang bersifat politis.

Berikut pesan Presiden Jokowi yang diposting beliau di Instagram:

“Saya baru saja bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama di Istana Merdeka. Para tokoh berasal dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, dan Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia. Kami membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama. Dan saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, mempertahankan, serta memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antar umat, antar kelompok, dan antar golongan. Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum.

Saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul, itu dijamin oleh konstitusi kita. Tetapi saya juga perlu tegaskan, bahwa kebebasan tersebut harus sesuai dengan koridor hukum, harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, harus berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antar kelompok di masyarakat, mulai saat ini, saya minta hal-hal tersebut, gesekan tersebut untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekkan, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah, karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling menolak karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air.

Saya juga telah perintahkan kepada Kapolri, kepada panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi upaya kita bersama. Terima kasih.”

Saya baru saja bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama di Istana Merdeka. Para tokoh berasal dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia, Perwakilan Umat Buddha Indonesia, Parisada Hindu Dharma Indonesia, dan Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia. Kami membicarakan dinamika kebangsaan yang menjadi perhatian kita bersama. Dan saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, mempertahankan, serta memperkokoh Pancasila dan UUD 1945 dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antar umat, antar kelompok, dan antar golongan. Saya juga senang dan berterima kasih atas komitmen semua pihak untuk membangun demokrasi yang sehat dan mendukung penegakan hukum. Saya perlu tegaskan di sini bahwa kebebasan berpendapat, berserikat, dan berkumpul, itu dijamin oleh konstitusi kita. Tetapi saya juga perlu tegaskan, bahwa kebebasan tersebut harus sesuai dengan koridor hukum, harus sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, harus berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Jikalaupun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antar kelompok di masyarakat, mulai saat ini, saya minta hal-hal tersebut, gesekan tersebut untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekkan, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah, karena kita ini adalah bersaudara. Jangan saling menolak karena kita ini adalah saudara. Jangan kita saling mendemo. Habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara. Saudara sebangsa dan setanah air. Saya juga telah perintahkan kepada Kapolri, kepada panglima TNI untuk tidak ragu-ragu menindak tegas segala bentuk ucapan dan tindakan yang mengganggu persatuan dan persaudaraan, yang mengganggu NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi upaya kita bersama. Terima kasih. Foto: Biro Pers Setpres

A post shared by Joko Widodo (@jokowi) on

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s