Ada cerita menarik mengenai toleransi di sebuah desa di Minya, Mesir. Seorang kakek berusia 80-an tahun bernama Ayad Shaker Hanna yang beragama Kristen Koptik, ternyata menjadi orang yang berjasa dalam membantu anak-anak Muslim di sana untuk bisa membaca dan menghafal Alquran.

Ayad Shaker Hanna mempelajari Alquran sejak SMP atas saran ayahnya yang mengatakan bahwa tidak ada salahnya mempelajari Alkitab dan juga Alquran. Hingga pada suatu hari di tahun 1948, ada seorang anak yang tidak memahami Alquran datang kepadanya. Sejak saat itu, hatinya tergerak untuk mengajarkan cara membaca dan menghafal Alquran kepada anak-anak.

Meski berbeda agama, namun pihak keluarga hingga para guru di sekolah tidak mempermasalahkan hal itu. Ayaad diterima oleh masyarakat untuk mengajarkan tentang kitab suci agama Islam tersebut.

Saat ini, Ayad memiliki sekitar 70-80 murid beragama Islam dan 30-40 murid beragama Kristen. Ayad mengajarkan Alquran kepada anak-anak Muslim, dan mengajarkan Alkitab kepada anak-anak Nasrani. Setiap anak yang datang bisa belajar dengan gratis jika tak memiliki biaya.

Dari kisah inspiratif Ayad Shaker Hanna tersebut, dapat disimpulkan bahwa ternyata betapa indahnya jika semua orang bisa hidup rukun berdampingan dan tidak pernah melabeli perbedaan agama yang ada.

Berikut video singkat wawancara dengan Ayad Shaker Hanna: