Ketika melihat orang lain susah, meski itu adalah orang yang tidak dikenal, biasanya ada rasa iba yang muncul dalam hati kita. Selama kita memiliki perasaan yang baik, kita cenderung ikut sedih saat melihat ada yang patah hati, gagal, sakit, atau meninggal.

Sedangkan di saat orang lain sukses, terkadang tidak mudah untuk turut berbahagia sepenuhnya. Kita bisa saja memberikan ucapan selamat, ikut tersenyum dan tertawa bahagia, serta merasa bangga. Namun terkadang, ada satu perasaan sirik terhadap apa yang telah diraih/ dimiliki orang lain.

Hal tersebut wajar saja dialami. Semua orang pernah merasakannya. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mengendalikan kesirikan dan akhirnya membuat dia menjadi orang yang tidak suportif, bahkan kepada orang terdekatnya.

Maka wajar saja jika kita juga harus menguji siapa keluarga dan sahabat sejati di saat kita menghasilkan suatu karya dan memperjuangkan impian kita. Karena di saat seperti itu, kita bisa melihat siapa saja yang benar-benar tulus dan suportif mendukung usaha kita meraih impian.

Percayalah, akan ada orang-orang yang tidak suportif kepada orang yang dikenalnya, tetapi mereka akan suportif kepada “orang asing”. Biasanya sih orang tersebut adalah tokoh idola mereka yang hanya mereka “kenal” melalui media dan mereka akan mendukung idolanya meski idolanya itu bahkan tidak mengenalnya. Tapi menariknya, mereka malah menunjukkan sikap berbeda ketika orang yang dikenalnya juga butuh dukungan.

Mengapa seperti itu? Mungkin status mereka hanya sebatas kenalan, teman biasa, orang yang tidak terlalu dekat, musuh di dalam selimut, atau orang yang tidak suka jika ada orang yang dikenalnya meraih suatu keberhasilan tertentu.

Misalnya, ketika penyanyi favoritnya merilis album, dia langsung download; artis favoritnya merilis film, dia nonton ke bioskop; selebriti favoritnya merilis clothing line, dia langsung beli; idolanya buat akun media sosial, dia langsung follow.

Tapi, kepada orang yang dikenalnya baru saja merintis suatu usaha, dia tidak menunjukkan perhatian untuk bantu beli/ bantu promo/ bantu follow akun sosmednya/ minimal sekadar basa basi memberikan selamat atas usaha yang dirintis orang itu.

Hal-hal tersebut hanya sedikit contoh  kecil dan merupakan hal-hal simpel yang kerap terjadi. Jika kita bersikap demikian, maka jangan heran jika suatu hari ketika kita sedang butuh dukungan, maka orang-orang terdekat kita yang paling mudah dijangkau, malah berbalik bersikap acuh kepada kita.

Jadi, kalau ada orang yang kita kenal butuh dukungan kita, lakukan hal baik yang bisa kita lakukan, terlebih jika dia orang yang baik dan layak didukung. Janganlah malah abaikan lingkungan terdekat kita. Lakukanlah hal baik mulai dari kepada orang-orang yang kita kenal.

Karena aneh rasanya melihat orang yang bersikap suportif terhadap orang yang tidak mengenalnya, sedangkan kepada orang yang dikenalnya, dia seolah tidak peduli.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s