Saeni, pemilik warteg yang dirazia Satpol PP hingga menangis karena berjualan di siang hari saat bulan puasa menuai simpati dari banyak orang. Tak ingin berdiam diri, Alexander Thian, Dwika Putra, Jenny Jusuf, dan Yogi Natasukma bersama-sama berinisiatif mengajak netizen untuk membantu Ibu Saeni.

Hal yang Sangat Kontroversial di Bulan Ramadan
Ibu Saeni via Kompas TV

Berikut tanggapan ke-4 orang di balik aksi donasi tersebut, seperti disadur dari akun Facebook dan Twitter mereka:

Alexander Thian

Kurang lebih dalam waktu 36 jam, kami berhasil menggalang dana lebih dari 265 juta untuk ibu warteg yang dagangannya disita oleh satpol pp di Serang.

You cannot imagine how overwhelming this is for all of us. Never would have thought it went this far. I don’t like the word ‘viral’ but that’s what happened.

Semuanya berawal ketika gue nonton video si ibu warteg menangis melihat dagangannya disita. Saat itu gue langsung kepikiran kepengin membantu tapi nggak tau caranya gimana. Kemudian gue liat Dwika yang ternyata juga sudah menonton video itu, ngobrol dengan beberapa orang di Twitter, dan gue nyamber. Dalam waktu singkat, kami (gue, Dwika, Jenny, dan Yogi) bersepakat untuk menggalang dana untuk membantu si ibu. Dwika lalu posting note di twitter sementara gue posting ulang videonya, dan mengajak semua yang mau membantu, membantu.

We didn’t have target harus mencapai sekian rupiah. No. Not at all. Makanya bengong parah liat jumlah uang yang terkumpul. Just when you starting to lose faith in humanity, people surprise you. I couldn’t be any happier to see this.

Anyway, awalnya memang cuma mau bantu satu orang. Namun melihat banyaknya uang yang mengalir, tampaknya it’s fair untuk membantu pemilik warteg lain yang dizalimi. Mudah-mudahan berguna.

But, I think it’s very unfortunate that this has been taken out of context by some people. Dari yang spin isunya ke politik sampe agama.

Lalu tuduhan makin bergulir. Bahwa kami Caper, Pengin terkenal, Ambil untung, Menjelekkan agama Islam, Antek Ahok, Biar kekinian, Dasar selebtwit!

Awalnya, gue sih ketawa-tawa aja baca tuduhan-tuduhan miring yang dialamatkan ke gue maupun ke dwika. Tapi kok makin lama makin nganuh…

Let me set this straight once and for all: Aksi yang kami lakukan, nggak ada hubungannya dengan politik maupun agama. Jangan di-spin.

Gue (termasuk Dwika, Jenny, dan Yogi) juga nggak berniat sama sekali ambil keuntungan dari donasi. Damn if this thought ever crossed our mind. Jijik.

Our intention is one, and one only: Si Ibu kesusahan. Gue kepengin menolong. @dwikaputra @JennyJusuf @soundofyogi felt the same way.

Jika niat untuk menolong ini diputer ke arah entah apa, itu bukan urusan kami lagi. Tujuan kami tercapai. Banyak yang tergerak dan membantu.

Hasilnya kalian lihat sendiri. Semuanya dilaporkan berkala. Jumlah total uang yang masuk, 265 juta. Dalam 36 jam. Para donatur, you are amazing. Nothing can take that away. Note this.

Kalian bilang gerakan ini bodoh, bla bla bla? It’s okay. You are entitled to your opinion, we are entitled to ignore it and work and help instead. That’s all we ever wanted to do, to help that poor ibu-ibu. And we did. We all did. You can take your negativity somewhere else.

Lalu, ada bilang: Kenapa gak bantu rumah kumuh yang digusur ahok, Kenapa gak bantu X, Kenapa gak bantu Y, Kenapa gak urus syria, Bla bla bla.

If you feel like helping them, then go ahead. Help them. Mau bantu pengungsi Syria? Go! Who’s stopping you? No one.

Namun mempertanyakan kenapa kamu bantu ini tapi tidak yang itu dengan nada sinis, let me tell you why. In a very simple language: Kami memutuskan untuk membantu, karena hal itu yang menarik perhatian kami: Ibu-ibu dagangannya disita dan beliau menangis. Si Dwika bilang, Mamanya juga berjualan makanan. Makanya dia sangat tergerak untuk membantu. Because, what if that happens to her?

Kami memilih untuk membantu Ibu Eni dan yang lain bukan perkara siapa yang lebih unfortunate, siapa yang lebih butuh dari mereka, siapa yang lebih malang hidupnya.

Jika kalian melihat kasus A lebih membutuhkan bantuan, maka bantulah. Sesederhana itu. Bayangkan jika semua orang bergerak di cause yang berbeda ketimbang nyinyir sana sini, there will be so many things we can achieve.

Dwika Putra

Tujuan pengumpulan dana ini adalah untuk membantu sesama kami, dan tujuan itu akan tetap kami jaga demikian. Donasi ini bukan tentang politik, agama, atau apapun. Ini hanyalah kemanusiaan saat melihat sesama yang kesusahan. penyaluran dana ini akan dilakukan se-transparan mungkin. semua akan diumumkan dan dipertanggungjawabkan kepada publik dan donatur. semua update akan dilakukan di laman http://kitabisa.com/bueni. korespondensi melalui email silakan ke patungan.netizen@gmail.com. Donasi kali ini sudah selesai, tapi ingat bahwa masih banyak hal yang perlu bantuan kita. Niat baik tetap harus disalurkan.

Jenny Jusuf

Capek kan ya mayah-mayah. Si ibu juga gak tambah hepi. Mending rame2 ngumpulin duit. Udah kebayang senyum di mukanya nanti. :’) Emak-emak dikasarin, yang turun ngedukung segenap rakyat Twitter. Mamam. 265 JUTA. Kalian semua keren luar biasa. Terima kasih atas donasi dan kepercayaannya. YOU GUYS ROCK!! :’) :’) :’) 💚

Yogi Natasukma

Yawlah.. Ramadhan kali ini indah banget. Satu lagi pilar intoleransi akan gugur.

Dana yg sedemikian bisa terkumpul gede itu mencerminkan bahwa masih banyak orang2 yg mau membela kemanusiaan.

Ini balesan yg paling sempurna buat gue… kenyataan bahwa masih banyak manusia2 di negri ini yg masih waras nuraninyaTerima kasih temen2.

Kalo boleh sih.. rejeki mereka yg sudah menyumbang semuanya semoga berlipat ganda di masa depan..Mereka yg menyumbang are the true hero

Kalian sudah menunjukkan bahwa kemanusiaan telah menang melawan intoleransiTerima kasih 1000x *bungkuk hormat*

Advertisements

2 Comments »

  1. Halo…anak muda ,teruslah berbuat baik,jangan membedakan ;suku,ras,agama,kasih ….itu memberi.kasih kepada sesama👍

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s