Bulan Ramadan adalah bulan suci bagi umat Muslim di dunia. Selama sebulan, para pemeluk agama Islam menjalankan ibadah puasa, kemudian mengakhirinya dengan perayaan Idul Fitri atau Lebaran.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, momen Ramadan di Indonesia begitu terasa suasananya. Seperti bunyi kentongan di pagi-pagi buta untuk membangunkan masyarakat yang sahur, kegiatan ngabuburit, berbagi takjil, buka puasa bersama, salah tarawih, dan sebagainya. Umat Muslim tampak begitu khusyuk selama bulan Ramadan.

Menariknya, Ramadan menjadi momen yang indah dan seru bagi semua orang. Seperti banyak acara ngabuburit dan buka puasa bersama di mana orang-orang non Muslim juga mengikutinya untuk menjalin keakraban bersama kerabat Muslim. Ramadan jadi momen toleransi antar umat beragama di Indonesia.

Namun, ada hal yang sangat kontroversial yang kerap terjadi setiap tahun di bulan Ramadan di Indonesia, yakni aturan dari Pemerintah Daerah yang melarang warung makan membuka usahanya di pagi-siang hari. Beberapa daerah yang menerapkannya yakni Serang dan Lebak (Banten), Padang dan Bukittinggi (Sumatera Barat), Bogor dan Tasikmalaya (Jawa Barat), serta Aceh.

Bagi warung makan yang tetap berjualan di pagi-siang hari pun akan dipaksa tutup hingga diberi sanksi. Aturan tersebut memicu protes keras karena dianggap tidak pantas.

Tahun ini, aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merazia warung makan secara represif di Banten membuat banyak netizen marah. Seorang Ibu yang diketahui bernama Saeni terekam menangis saat Satpol PP menyita dagangannya.

Tak ingin berdiam diri, ribuan netizen menggalang dana untuk disumbangkan kepada Bu Eni. Hasilnya, sangat diluar dugaan, begitu banyak netizen yang berempati dan donasi yang terkumpul mencapai sekitar Rp 265,5 juta!

Patungan netizen untuk membantu Bu Eni membuktikan bahwa banyak orang yang tidak setuju atas Perda yang melarang membuka warung makan saat puasa. Mereka ingin Perda itu dikaji kembali. Memang, daerah yang menerapkan Perda kontroversial itu adalah daerah yang penduduknya mayoritas Muslim, namun sebaiknya tidaklah demikian. Sebab:

  1. Ada warga Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Khonghucu yang tidak berpuasa. Mereka butuh cari makanan.
  2. Ada Muslim yang kebetulan tidak bisa puasa karena suatu hal. Mereka juga butuh cari makanan.
  3. Pemilik warung makan tentunya perlu penghasilan untuk menghidupi keluarganya dan menggaji pegawainya jika dia menggunakan pegawai. Salah mereka apa jika mereka melayani orang-orang yang tidak berpuasa?

Jadi, sebaiknya Perda yang sudah bertahun-tahun dijalankan itu dikaji kembali. Tentunya, yang tidak berpuasa wajib menghargai yang berpuasa. Bagi warung makan, solusinya dengan memasang tirai untuk menutupi warung makannya. Begitu juga yang berpuasa bisa berjiwa besar menyikapi fakta bahwa di sekitar Anda ada orang-orang yang tidak berpuasa. Yang sedang ada kebutuhan ibadah dan yang sedang ada kebutuhan “perut” bisa saling menghargai.

"Yang tidak puasa menghormati yang puasa. Yang puasa pun juga menghormati saudaranya yang tidak puasa. Jadi kita semua saling menghormati," kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Seharusnya cukup dilakukan penyuluhan warung makan, yang puasa harus dihormati, jangan terbuka, harus ada tirainya,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Lantas, akankah setiap daerah yang memberlakukan aturan kontroversial itu merevisi peraturannya? Akankah Kementerian Dalam Negeri mencabut Perda tersebut? Ataukah masalah ini hanya berlalu begitu saja dan akan terulang lagi tahun depan? Entahlah! Yang pasti, yuk mulai dari diri sendiri kita tunjukkan sikap toleransi antar umat beragama.

Advertisements

1 Comment »

  1. satpol anak buah siapa? menteri Cahyo kan? adakah pembinaan rutin untuk tidak melakukan kesewenangan? di atasnya menteri presiden. Mengapa presiden mendonasi secara pribadi? apa tujuannya?
    jika rakyat sejahtera semua akan tertata….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s