"Tidak ada negara yang penduduknya paling sibuk membahas masalah agama sampai lupa kalau seluruh teknologinya diimpor dari negara lain, sampai lupa bahan tambangnya digali oleh negara lain, sampai lupa orang-orang ahli sains dan teknologinya kabur ke negara lain mencari pekerjaan, sampai lupa kalau negerinya sedang diincar orang negara lain untuk dijadikan Irak baru, Afganistan baru, Suriah baru selain Indonesia.

Buka Facebook yang dibahas agama, buka group WA (WhatsApp) yang dibahas agama, buka Twitter yang dibahas agama, beli koran yang dibahas agama, buka website dan blog isinya agama semua.

Pokoknya tidak ada yang menarik dibahas di negeri ini selain agama, agama, dan agama. Tidak ada lagi ruang untuk membicarakan hal lain di negeri ini. Ini negeriku negeri paling over religius sealam semesta!"

Tulisan di atas entah siapa yang menulisnya, tapi banyak dibagikan para netizen di media sosial. Bila direnungkan, memang kita semua harus menempatkan agama secara proporsional dalam kehidupan kita bermasyarakat. Sejatinya, hubungan manusia dengan Tuhan bersifat personal. Agama ada untuk mengajarkan manusia tentang kebaikan dan kebenaran Tuhan. Seharusnya, agama membuat manusia bisa jadi lebih manusiawi, bukan malah jadi saling menghakimi. Namun fanatisme agama malah membuat masalah dan memecahkan persatuan bangsa. Jadi, marilah beragama dan membahas agama dengan sewarasnya dan sewajarnya, sehingga kita tidak mengabaikan hal-hal lain yang juga sangat penting!

Indonesia, Negara Overdosis Agama
via Twitter