Masalah ini baru heboh sekarang setelah Kina Grannis menceritakannya lewat situsnya kinagrannis.com. Setelah ditelusuri, hampir tidak ada media nasional yang mengangkat berita ini, tapi media luar negeri telah memberitakannya pada akhir tahun lalu.

Gentle Bones dan Musisi Amerika Kina Grannis Tertahan 100 Hari di Indonesia
Penyanyi Singapura Gentle Bones “Joel Tan” yang menjadi opening act di konser Kina Grannis juga ikut tertahan di Indonesia karena isu izin visa yang sama.

Kina Grannis, musisi asal Amerika Serikat terpaksa harus tertahan di Indonesia selama 100 hari gara-gara masalah visa. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan promotor yang ternyata tidak mendapatkan visa kerja yang dibutuhkan.

Diketahui pada tanggal 14 September 2015 lalu, Grannis bersama lima orang rombongannya dari AS tiba di Jakarta untuk menggelar konser pada tanggal 16 September 2015 di Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Konser tersebut adalah rangkaian dari tur mempromosikan album Elements di kawasan Asia.

Konser Kina Grannis di Teater Salihara Jakarta Indonesia
Hanya ada liputan kesuksesan konser. Saat itu tidak ada media nasional yang memberitakan kasus ini. Sementara Kina Grannis membatalkan tur berikutnya dan tidak menjelaskan dengan detail masalah yang dihadapinya.

Konser di Jakarta berjalan dengan menyenangkan dan lancar. Namun kebahagiaan yang dirasakan Kina Grannis beserta rombongannya langsung sirna saat petugas imigrasi mendatangi tempat mereka manggung dan mengambil paspor mereka. Mereka kemudian balik ke hotel dengan kebingungan tanpa ada penjelasan apapun tentang apa yang terjadi.

Di hotel, pihak promotor mencoba menenangkan mereka dan mengatakan jika masalah akan segera diselesaikan sehingga mereka bisa meninggalkan Indonesia dan melanjutkan tur selanjutnya. Tapi nyatanya, mereka harus tertahan di Jakarta selama sekitar 100 hari.

Di Kantor imigrasi Jakarta, Kina Grannis Terjebak 100 Hari di Indonesia
Saat di Kantor Imigrasi via kinagrannis.com

Setelah menunggu berhari-hari, mereka dibawa ke kantor imigrasi untuk diinterogasi satu demi satu. Di sana, Grannis baru diberi tahu jika ternyata promotor tidak mendapatkan visa kerja yang dibutuhkan, padahal itu adalah tanggung jawab promotor dan bukan pihak Kina Grannis yang harus mengurusinya.

Meski telah berusaha menjelaskan kepada imigrasi, namun mereka tetap mendapatkan ancaman hukuman denda USD 35000 per orang dan 5 tahun penjara karena nama mereka yang tercantum di dokumen. Mereka jadi korban atas tuduhan pemalsuan visa.

Paspor mereka pun ditahan dan mulai dilakukan investigasi kriminal. Akan tetapi, itu bukan hal terburuk yang dialami pihak Kina Grannis, melainkan mereka terpaksa harus membatalkan konser selanjutnya di Taiwan, Hong Kong, Singapura, Kuala Lumpur dan Manila yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, di mana banyak penggemar dari berbagai negara yang sudah membeli tiketnya. Mereka merasa terpuruk karena telah mengecewakan para fansnya itu.

Dalam masa-masa “terjebak” di Indonesia itu, mereka telah meminta pertolongan kepada pihak Kedutaan Besar AS dan pengacara, tapi sayangnya tidak ada yang mampu menolong mereka. Kina Grannis merasa heran, mengapa mereka tidak dideportasi saja.

Hal yang juga paling memberatkan bagi Grannis ialah dia tidak dapat menyanyi di acara pernikahan sepupunya dan tidak berada si sampung saudara perempuannya yang mengalami kecelakaan. Malahan dia harus menyiapkan diri untuk diadili atas kasus yang menimpanya.

Akhirnya, beberapa hari sebelum Natal 2015, mereka menjalani sidang perdana di pengadilan dan berhadapan dengan tiga hakim. Sidang lalu ditunda dan dilanjutkan dua hari kemudian dengan menghadirkan saksi. Saat itu, Grannis membacakan pledoi dan meminta maaf sambil menahan tangis untuk meminta pulang demi merayakan Natal bersama keluarga.

Akan tetapi, pengadilan memutuskan jika mereka bersalah dan harus menjalani masa percobaan selama 8 bulan yang untungnya dilakukan dari rumah mereka di AS serta membayar denda USD 5000. Meski merasa hancur, namun Grannis merasa lega karena semuanya akhirnya usai dan bisa kembali pulang ke AS pada 23 Desember 2015 lalu.

Saat Paspor Mereka Dikembaikan, Kina Grannis Terjebak 100 Hari di Indonesia.jpg
Saat paspor mereka dikembalikan via kinagrannis.com
Penyanyi Kina Grannis Terjebak di Indonesia Selama 100 Hari
via Instagram/@kinagrannis

Untuk itu, bagi para artis yang akan tur keliling dunia, Kina Grannis mengingatkan agar teliti memeriksa visa mereka sebelum beraksi di atas panggung.

Selain itu, selama 100 hari di Indonesia, Kina Grannis mencurahkan isi hatinya lewat dua buah lagu berjudul “California” dan “For Now” dan dirilisnya dalam EP bertajuk “Jakarta”. Ternyata, selalu ada inspirasi dari segala hal buruk yang menimpanya.

Album Kina Grannis Jakarta Berisi Lagu California dan For Now
via Facebook.com/kinagrannis