Mengadu domba etnisitas manusia Indonesia hari ini dengan istilah pribumi bukan pribumi adalah kebodohan” merupakan salah satu ungkapan dari Ridwan Kamil yang perlu direnungkan oleh semua orang yang mengaku bagian dari NKRI.

Pria yang kini menjabat sebagai Wali Kota Bandung itu mengungkapan hal tersebut saat menulis pernyataan resminya terkait keputusannya untuk tidak maju ke Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 melalui laman Facebooknya.

Bila direnungkan secara mendalam, kata-kata bijak dari Ridwan Kamil begitu tajam dan menusuk. Coba lihat saja saat ini masih banyak orang yang tidak menjadikan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu) sebagai moto hidupnya dalam bermasyarakat. Salah satu perbedaan yang masih menjadi pemecah bangsa ini adalah masalah ras pribumi dan non pribumi.

Padahal, menurut pria yang akrab disapa Emil, Indonesia kini dihuni oleh manusia modern yang didominasi oleh keturunan migran Mikronesia asal Tiongkok yang di waktu lampau telah bercampur dengan keturunan India atau Arab. Jadi bukan dari keturunan Homo Erectus Sangiran atau The Hobbit alias Homo Floresiensis.

Ridwan Kamil menambahkan bahwa pada ribuan tahun lalu terjadi migrasi bangsa Mikronesia ke Taiwan, Filipina, Indonesia, hingga ke kepulauan Pasifik dan Hawaii. Makanya, manusia sawo matang di Indonesia mirip dengan yang di Hawaii.

Selain itu menurutnya, jika kita mau melihat nenek moyang asli bangsa Indonesia, maka kita bisa mendatangi kaum aborigin Taiwan yang secara genetik mirip dengan manusia sawo matang modern Indonesia saat ini. Ini berarti istilah pribumi dan non pribumi adalah sebenarnya bias.

Entah apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan pendapat Ridwan Kamil tersebut, namun sebaiknya memang tidak lagi menggunakan istilah pribumi dan non pribumi. Sebab istilah tersebut cenderung menyebabkan tembok pembatas dan konflik dalam pergaulan hingga urusan politik.